Minggu, 20 Februari 2011

Papa Yang Tercinta

Kau selalu memahami apa mauku...
Kau selalu mengerti perasaanku...

Papa,,
itu sapaanku untukmu..
Maafkan aku,, yang selama ini menyakiti hatimu..

Kau  tak mau melihatku sedih..
tapi, apa yang kulakukan?
Yang kutahu hanya mengeluh, mengeluh, dan mengeluh...

Papa, 
sudah sekian lama kau menahan rasa sakitmu..
tak ada yang tahu, apa yang kau rasakan
Terkadang kau hanya tersenyum..
Tapi, 
dibalik senyumanmu itu, 
ada isak tangis dalam hatimu..

Kau tak mau melihatku menangis,
melihat keadaanmu seperti itu...

Kau yang selalu mengajarku untuk selalu berbuat baik..
Kau yang selalu mengingatkanku, supaya tidak menjadi orang yang sombong.
Siapa yang mengajarku bermain gitar?
Itulah dirimu, 

Papa...
Lantunan nada yang keluar dari bibirmu, membuatku merinding..
petikan gitarmu yang indah membuatku selalu tersenyum melihat kepiawaianmu...

Aku ingin menjadi sepertimu...
dan  kuberusaha untuk membanggakanmu..

Tapi..
Sekarang,
Tak terdengar lagi suara indahmu...
Tak terdengar lagi petikan gitarmu..
Kau telah pergi ke pangkuan Bapa di Surga

Sekali lagi..
Maafkan aku..
Semua kenangan bersamamu, 
Akan selalu tertanam dalam memori ingatanku...
Karena kau akan selalu ada hatiku...

Untukmu...
Orang yang sangat kusayangi..
"PAPA YANG TERCINTA"