Cinta…
Cinta, kata orang ku jatuh cinta
kepada dirinya…
Lirik lagu ini yang selalu tertanam
dalam benakku.
Cinta, tak semua orang bisa
mengartikannya. Termasuk diriku ini. Aku tak mengerti apapun tentang
cinta. Awalnya, ku tak tahu apa yang kurasa. Inikah yang dinamakan “CINTA”?
Saat ini, aku merasakan sesuatu. Sesuatu hal yang mengganjal dihatiku. Saat kulihatnya
pergi, bersama dengan sahabatku sendiri. Ku tak tahu apa yang sedang kurasakan
saat ini. Senyum, canda, dan tawanya, membuat jantungku berdetak lebih
cepat. Ditambah lagi, saat dia kembali menyapaku pagi itu. Apakah ini
yang disebut cinta? apakah dia merasakan hal yang sama?
Kami berdua adalah sahabat. Selalu belajar, nonton, ke toko buku, dan bercanda
tawa bersama. Suatu hari, aku berjalan-jalan di taman sekolah bersama mereka.
Mereka? Yaa! Mereka tak lain adalah sahabat dan seorang yang kucintai. Mereka
berdua begitu akrab. Tak seperti biasanya. Melihat kedekatan mereka, aku merasa
minder. Aku tak mau mengganggu mereka. Jika aku berada diantara mereka,
terkadang aku merasa menjadi seseorang yang tidak dianggap. Aku berusaha
menjauh dari mereka. Tapi, apa yang kurasakan? Sakit! Sakit! Hanya sakit yang
kurasa saat itu. Namun, kucoba untuk mengganggap bahwa semua ini adalah langkah
untuk belajar mendewasakan diri. Saat itu, aku merasa menjadi orang yang
bodoh. Bahkan lebih dari itu!
Keesokan harinya, mereka berdua mengajakku untuk pergi bersama. Aku hanya bisa
berkata TIDAK! Aku tidak bisa pergi dengan mereka. Aku sudah tahu semuanya.
Mereka telah menjalin hubungan, lebih dari teman. Pacaran lebih tepatnya. Tak
sengaja aku melihat mereka berdua di taman sekolah. Apakah ini yang disebut
“CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN”? Aku tak mengerti apa yang kurasa.
Aku tak mengerti…
Aku tak tahu…
Bagaimana rasanya jika hubungan dengan sahabat menjadi renggang? Tidak seperti
dulu? Semuannya berubah. Itulah yang kualami. Lama-kelamaan hubungan kami tidak
seperti biasanya. Mereka selalu jalan berdua. Sedangkan aku? Aku? Aku sendiri..
Aku sendiri, termenung sepi, tak ada
yang menghampiri…
Aku hanya memikirkan DIA! DIA! Hanya dia yang ada dalam pikiranku. Dia yang
kusukai, telah menjadi milik orang lain. Dia telah menjadi milik sahabatku
sendiri. Termenung sendiri disini. Tak lama, nada pesan terdengar. Kusempatkan
diri untuk menoleh ke layar kecil yang ada disampingku. Pesan itu datang dari
sahabatku. Masih layakkah aku disebut “SAHABAT”? Perlahan kubaca pesan darinya.
Aku sangat terkejut. Dia baru saja diputuskan oleh pacarnya, yang tak lain
adalah seorang yang kucinta. Perasaanku menjadi tidak karuan. Beberapa hari
terakhir ini, yang aku lihat, hubungan mereka baik-baik saja. Tapi, mengapa
akhirnya seperti ini? Aku tidak percaya! Benar-benar tidak percaya! Aku tidak
bisa berbuat apa-apa…
Hujan deras esok paginya, mengantarku ke sekolah. Segera ku bergegas menuju kelas.
Aku hendak menyimpan jaket di dalam laci. Tiba-tiba aku menemukan sesuatu. Aku
menemukan sekuntum mawar berwarna merah yang sangat indah . Aku tak tahu bunga
itu datang dari mana. Aku pun tak tahu bunga itu datang dari siapa. Dalam hati
aku bertanya-tanya, “Siapakah gerangan yang telah memberikanku bunga mawar
seindah ini?”. Pikiranku mulai tak menentu.
Tak terasa, hampir 7 jam aku berada di sekolah. Waktunya untuk pulang ke rumah.
Karena mengetahui kondisi sahabatku yang kurang baik, aku bertujuan untuk
pulang bersamanya. Tetapi, setengah perjalanan menuju kelasnya, aku melihat
cowok manis yang kusuka itu. Senyumnya, tawanya, semuanya telah terpancar dari
wajah manisnya. Tiba-tiba dia berjalan menuju ke arahku. Aku berpikir,
mungkin saat itu aku sedang bermimpi. Tapi kenyataannya? Tidak! Itu semua bukan
mimpi! Dia benar-benar berjalan menuju kearahku. Aku tak bisa bergerak saat
itu. Tak ada kata yang bisa kuucapkan, saat dia datang, tepat di depanku. Dia
langsung saja menyatakan perasaannya padaku. Aku sangat terkejut!
Jantungku berdetak cepat, lebih cepat, dan sangat cepat. Dia tiba-tiba berlutut
di hadapanku, dan memberikan sekuntum mawar. Bunga itu sama persis dengan bunga
yang kudapat sebelumnya. Apakah bunga itu darinya?
Dag…dig…dug
Sungguh tak kusangka! Pernyataan yang
selalu kutunggu-tunggu, pada akhirnya diungkapkan juga. Aku tak bisa berkata
apa-apa. Di sisi lain, aku kembali memikirkan sahabatku. Dia masih sulit untuk
melupakannya. Aku takut! Aku takut, jika salah menentukan pilihan. Aku tak tahu
harus memilih siapa, SAHABAT ATAU CINTA? “SAHABAT” untuk selamanya. Akankah
“CINTA” ini juga diperuntukkan bagiku untuk
selamanya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar