Sabtu, 03 Maret 2012

SAHABAT atau CINTA (?)


Cinta…
Cinta, kata orang ku jatuh cinta kepada dirinya…
Lirik lagu ini yang selalu tertanam dalam benakku.
Cinta, tak semua orang bisa mengartikannya.  Termasuk diriku ini. Aku tak mengerti apapun tentang cinta. Awalnya, ku tak tahu apa yang kurasa. Inikah yang dinamakan “CINTA”?

          Saat ini, aku merasakan sesuatu. Sesuatu hal yang mengganjal dihatiku. Saat kulihatnya pergi, bersama dengan sahabatku sendiri. Ku tak tahu apa yang sedang kurasakan saat ini. Senyum, canda, dan tawanya, membuat jantungku berdetak lebih cepat.  Ditambah lagi, saat dia kembali menyapaku pagi itu. Apakah ini yang disebut cinta? apakah dia merasakan hal yang sama?
          Kami berdua adalah sahabat. Selalu belajar, nonton, ke toko buku, dan bercanda tawa bersama. Suatu hari, aku berjalan-jalan di taman sekolah bersama mereka. Mereka? Yaa! Mereka tak lain adalah sahabat dan seorang yang kucintai. Mereka berdua begitu akrab. Tak seperti biasanya. Melihat kedekatan mereka, aku merasa minder. Aku tak mau mengganggu mereka. Jika aku berada diantara mereka, terkadang aku merasa menjadi seseorang yang tidak dianggap. Aku berusaha menjauh dari mereka. Tapi, apa yang kurasakan? Sakit! Sakit! Hanya sakit yang kurasa saat itu. Namun, kucoba untuk mengganggap bahwa semua ini adalah langkah untuk belajar mendewasakan diri.  Saat itu, aku merasa menjadi orang yang bodoh. Bahkan lebih dari itu!

          Keesokan harinya, mereka berdua mengajakku untuk pergi bersama. Aku hanya bisa berkata TIDAK! Aku tidak bisa pergi dengan mereka. Aku sudah tahu semuanya. Mereka telah menjalin hubungan, lebih dari teman. Pacaran lebih tepatnya. Tak sengaja aku melihat mereka berdua di taman sekolah. Apakah ini yang disebut “CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN”? Aku tak mengerti apa yang kurasa.
Aku tak mengerti…
 Aku tak tahu…
          Bagaimana rasanya jika hubungan dengan sahabat menjadi renggang? Tidak seperti dulu? Semuannya berubah. Itulah yang kualami. Lama-kelamaan hubungan kami tidak seperti biasanya. Mereka selalu jalan berdua. Sedangkan aku? Aku? Aku sendiri..
Aku sendiri, termenung sepi, tak ada yang menghampiri…

          Aku hanya memikirkan DIA! DIA! Hanya dia yang ada dalam pikiranku. Dia yang kusukai, telah menjadi milik orang lain. Dia telah menjadi milik sahabatku sendiri. Termenung sendiri disini. Tak lama, nada pesan terdengar. Kusempatkan diri untuk menoleh ke layar kecil yang ada disampingku. Pesan itu datang dari sahabatku. Masih layakkah aku disebut “SAHABAT”? Perlahan kubaca pesan darinya. Aku sangat terkejut. Dia baru saja diputuskan oleh pacarnya, yang tak lain adalah seorang yang kucinta. Perasaanku menjadi tidak karuan. Beberapa hari terakhir ini, yang aku lihat, hubungan mereka baik-baik saja. Tapi, mengapa akhirnya seperti ini? Aku tidak percaya! Benar-benar tidak percaya! Aku tidak bisa berbuat apa-apa…

          Hujan deras esok paginya, mengantarku ke sekolah. Segera ku bergegas menuju kelas. Aku hendak menyimpan jaket di dalam laci. Tiba-tiba aku menemukan sesuatu. Aku menemukan sekuntum mawar berwarna merah yang sangat indah . Aku tak tahu bunga itu datang dari mana. Aku pun tak tahu bunga itu datang dari siapa. Dalam hati aku bertanya-tanya, “Siapakah gerangan yang telah memberikanku bunga mawar seindah ini?”. Pikiranku mulai tak menentu.
          Tak terasa, hampir 7 jam aku berada di sekolah. Waktunya untuk pulang ke rumah. Karena mengetahui kondisi sahabatku yang kurang baik, aku bertujuan untuk pulang bersamanya. Tetapi, setengah perjalanan menuju kelasnya, aku melihat cowok manis yang kusuka itu. Senyumnya, tawanya, semuanya telah terpancar dari wajah manisnya. Tiba-tiba dia berjalan menuju ke arahku.  Aku berpikir, mungkin saat itu aku sedang bermimpi. Tapi kenyataannya? Tidak! Itu semua bukan mimpi! Dia benar-benar berjalan menuju kearahku. Aku tak bisa bergerak saat itu. Tak ada kata yang bisa kuucapkan, saat dia datang, tepat di depanku. Dia langsung saja menyatakan perasaannya padaku. Aku sangat terkejut!  Jantungku berdetak cepat, lebih cepat, dan sangat cepat. Dia tiba-tiba berlutut di hadapanku, dan memberikan sekuntum mawar. Bunga itu sama persis dengan bunga yang kudapat sebelumnya. Apakah bunga itu darinya? 

Dag…dig…dug
Sungguh tak kusangka! Pernyataan yang selalu kutunggu-tunggu, pada akhirnya diungkapkan juga. Aku tak bisa berkata apa-apa. Di sisi lain, aku kembali memikirkan sahabatku. Dia masih sulit untuk melupakannya. Aku takut! Aku takut, jika salah menentukan pilihan. Aku tak tahu harus memilih siapa, SAHABAT ATAU CINTA? “SAHABAT” untuk selamanya. Akankah “CINTA” ini juga diperuntukkan bagiku untuk selamanya?        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar